“Kami keluar untuk Salat Subuh pada pukul 05.20 pagi, dan melihat beberapa mahasiswa, pengajar, dan petugas keamanan di seluruh lingkungan kampus. Mereka memberi tahu kami bahwa sejumlah orang bersenjata menyerbu sekolah dan menculik beberapa mahasiswa,” tuturnya.
Salisu mengatakan, dia juga melihat personel militer membawa mahasiswa yang tersisa ke Akademi Pertahanan Nigeria agar lebih aman. Pada Jumat pagi waktu setempat, keluarga mahasiswa tampak berkumpul di gerbang kampus yang dikelilingi sekitar 20 truk tentara.
Serangkaian penculikan yang menyasar lembaga pendidikan memang marak terjadi di Nigeria dalam beberapa bulan terakhir. Fenomena tersebut membuat banyak warga di negara Afrika itu resah. Masyarakat juga khawatir, pihak berwenang di daerah-daerah makin memperburuk situasi itu dengan membiarkan para penculik bebas beraksi tanpa dihukum.
Alih-alih menindak tegas KKB, pemerintah di sana dikabarkan malah lebih memilih membayar tebusan kepada para kelompok penjahat itu.
Dalam beberapa minggu terakhir, 279 pelajar perempuan dibebaskan oleh KKB, setelah diculik dari sekolah mereka di barat laut Nigeria. Sementara itu, 27 remaja laki-laki juga diculik dari sekolah mereka di Negara Bagian Niger yang berada di tengah utara Nigeria.
Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari mengatakan, praktik membayar uang tebusan oleh pihak berwenang tampaknya semakin mendorong para penculik melakukan aksi kejahatan mereka akhir-akhir ini.