“Malaysia telah berterus terang membela Palestina dan Gaza, tapi di saat yang sama, kita memanfaatkan jalur diplomatik. Kita bebas bersuara karena kita adalah bangsa merdeka dan bermartabat. Namun, kita juga harus bijak dalam menjalin persahabatan,” kata Anwar, seperti dikutip dari Bernama, Senin (29/9/2025).
Menurut Anwar, negosiasi dengan AS sangat penting untuk memberikan perubahan.
Dia juga mengatakan, seruan bahwa Malaysia harus memutuskan hubungan dengan AS tidak tepat karena mengabaikan kepentingan ekonomi Malaysia, terutama dalam ekspor teknologi tinggi.
“Ekspor semikonduktor Malaysia ke Amerika Serikat saja mencapai miliaran ringgit. Puluhan ribu warga Malaysia bekerja di sektor ini. Jika kita menolak hubungan secara langsung, rakyat yang akan menderita,” ujarnya.
Hal lain, Anwar ingin menunjukkan kemampuan Malaysia untuk menghadirkan AS dan China dalam forum itu sebagai bentuk pengakuan internasional.
"Beberapa bulan lalu, Presiden Xi Jinping berkunjung dan bulan depan Trump akan datang. Hanya sedikit negara yang menerima pengakuan seperti itu. Ini membuktikan dunia menghormati Malaysia," ujarnya.
Anwar pada Agustus lalu mengatakan Xi dan Trump termasuk di antara setidaknya empat pemimpin dunia yang diharapkan hadir di KTT ASEAN. Dia menyebut KTT ASEAN sebagai pertemuan para pemimpin dunia terbesar dan paling bergengsi di kawasan hingga saat ini.
China belum mengonfirmasi kehadiran Xi di KTT tersebut. Namun beberapa media asing melaporkan, Xi kemungkinan besar tidak akan menghadiri KTT ASEAN di Malaysia.