Mahasiswa China Dipersulit di Bandara Australia, Universitas Tuntut Permintaan Maaf

Nathania Riris Michico
Larangan penerbangan dari China ke Australia terkait wabah korona menyebabkan banyaknya mahasiswa yang sempat ditahan di bandara dan sebagian langsung dipulangkan. Pihak universitas pemerintah meminta maaf atas perlakuan tersebut. (FOTO: Reuters)

"Kesehatan dan keselamatan masyarakat Australia merupakan prioritas tertinggi pemerintah. Ini mencakup semua orang di Australia mulai dari warga negara, penduduk tetap dan pemegang visa sementara," isi pernyataan Depdagri.

Sementara itu Menteri Pendidikan Tinggi Dan Tehan bertemu dengan pengurus Universities Australia untuk memastikan reputasi sektor pendidikan Australia tetap terjaga selama krisis ini.

Menteri Tehan menjelaskan univeritas memiliki fleksibilitas untuk pengaturan kuliah mahasiswa China yang terdampak, yaitu kuliah online atau kuliah jarak jauh.

Universitas Monash yang memiliki porsi mahasiswa asal China sangat tinggi, mengumumkan akan mengundurkan dimulainya masa perkuliahan hingga dua minggu dari jadwal seharusnya.

Sebuah petisi online yang didukung ribuan orang juga meminta Universitas Sydney untuk melakukan hal yang sama, namun hingga saat belum ada kebijakan dari universitas tersebut.

Menurut catatan, sekitar 189.000 mahasiswa asal China saat ini terdaftar di sektor pendidikan tinggi Australia. Dari jumlah itu, 155.000 orang mengikuti perkuliahan di universitas.

Pada tahun anggaran2018/2019, sektor pendidikan internasional menghasilkan 37,6 miliar dolar atau sekitar Rp376 triliun untuk peekonomian Australia, atau naik 5 miliar dolar dibandingkan tahun sebelumnya.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
16 jam lalu

Trump: AS-China Capai Kesepakatan Perdagangan Fantastis!

Internasional
18 jam lalu

6 Poin Hasil Pertemuan Trump dengan Xi Jinping, dari Perdagangan hingga Nuklir Iran

Nasional
19 jam lalu

PM Albanese Telepon Presiden Prabowo, Ucapkan Terima Kasih Ekspor Pupuk ke Australia

Bisnis
20 jam lalu

Trump Boyong Miliarder ke China Temui Xi Jinping, Ada Orang Terkaya Dunia hingga Ikon AI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal