Kisah Mahasiswa Afrika Terjebak di Wuhan: Semua Ketakutan, Kami Seperti Terkurung di Sel

Nathania Riris Michico
Dr. Khamis Hassan Bakari dari Tanzania, berpose di Wuhan, China, 27 Januari 2020. (FOTO: Khamis Hassan Bakari via AP)

Seorang mahasiswa Ghana mengatakan, otoritas kampus di Universitas Sains dan Teknologi Wuhan memperingatkan siswa agar tidak berbagi video, foto, atau pesan tentang virus korona di WeChat, aplikasi perpesanan populer China. Pihak aplikasi itu yang mengancam akan memutus koneksi WiFi mereka jika itu terjadi.

Para siswa hanya berusaha mempelajari tentang situasinya, menurut siswa itu, sambil menambahkan bahwa dia ingin meninggalkan China begitu jaringan transportasi pulih.

"Ini bukan saatnya untuk berpetualang," ujar Duta Besar Ghana untuk China, Edward Boateng, memperingatkan.

"Jangan panik dalam prosesnya."

Korps diplomatik Afrika di Beijing sudah menjajaki opsi untuk membantu siswa, menjangkau ke agen imigrasi AS dan lainnya.

Seorang warga Tanzania lainnya, Dr. Hilal Kizwi, menggambarkan situasi penuh kepanikan terutama bagi siswa baru Afrika yang belum bisa berbahasa China.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
3 hari lalu

Dituduh Trump Campuri Pilpres AS 2020, Ini Jawaban Keras China

3 hari lalu

Trump Sebut Sistem Pemilu AS Sangat Rentan, Mudah Dibobol China-Rusia

3 hari lalu

Trump Tuduh China Pegang 220 Juta Data Pemilih AS, Sebut Skandal Terbesar dalam Sejarah

3 hari lalu

Video Viral Turis Australia Siram WNA China gegara Buang Sampah Sembarangan di Pulau Padar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal