Macron: Saya Sudah 100 Jam Bahas soal Ukraina dengan Putin via Telepon

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) saat keduanya bertemu pada 2019. (Foto: Reuters)

Rusia mulai meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari, setelah Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR) meminta bantuan untuk membela diri dari provokasi pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.

Rusia mengklaim, tujuan dari operasi khusus itu adalah untuk demiliterisasi dan “denazifikasi” Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, operasi itu juga untuk melindungi orang-orang yang menjadi sasaran “genosida” oleh rezim Kiev selama delapan tahun terakhir.

Macron dan Putin telah berulang kali mengadakan percakapan telepon tentang masalah Ukraina, baik sebelum maupun sesudah dimulainya operasi militer di negara bekas Soviet itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hinaan Rasis terhadap Mbappe Berbuntut Panjang, Prancis Gugat Anggota Parlemen Paraguay

57 tahun lalu

Mencekam! Ledakan Guncang Kawasan Dekat Hotel Tempat Menginap Macron di Damaskus

57 tahun lalu

Kylian Mbappe Dihina Rasis Anggota Parlemen Paraguay, Presiden Macron Turun Tangan

57 tahun lalu

Kowani Bertemu Dubes Saudi, Perkuat Diplomasi Perempuan Indonesia-Arab Saudi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal