Dia pun mengulangi seruannya untuk melucuti senjata Hamas, mengamankan Gaza, serta membangun kembali wilayah itu yang porak-poranda setelah serangan Israel selama 22 bulan.
"(Tujuannya adalah) Membangun negara Palestina, memastikan kelangsungan hidup, dan mewujudkannya, melalui demiliterisasi dan sepenuhnya mengakui Israel, sehingga berkontribusi pada keamanan semua orang di Timur Tengah," kata Macron.
Macron juga menegaskan tidak ada alternatif lain untuk mewujudkan perdamaian di Timur Tengah selain berdirinya negara Palestina.
Rakyat Prancis, lanjut dia, menginginkan perdamaian dan untuk mencapainya diperlukan upaya kolaboratif antara Israel, Palestina, serta mitra internasional.
"Rakyat Prancis menginginkan perdamaian di Timur Tengah. Terserah kepada kita, Prancis, bersama dengan Israel, Palestina, dan mitra Eropa serta internasional, untuk membuktikan bahwa hal itu mungkin terwujud," katanya.
Macron juga telah mengirim surat kepada Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas, guna menyampaikan tekadnya itu. Selain itu Macron juga menerima jaminan dari Palestina untuk meerima syarat-syarat tersebut.
"Kepercayaan, kejelasan, dan komitmen. Kita akan mencapai perdamaian," kata Macron.