Kini, ketika Lula dilantik, dia menyampaikan ancaman terselubung kepada pendahulunya. Bolsonaro bakal menghadapi risiko untuk diseret ke meja hijau atas berbagai retorika antidemokrasinya dan penanganannya terhadap pandemi Covid-19. Perjalanan mantan presiden itu ke Florida, sepertinya bakal melindunginya dari bahaya hukum langsung di Brasil.
“Kami tidak membawa semangat balas dendam terhadap mereka yang mencoba menaklukkan bangsa dengan desain pribadi dan ideologis mereka, tetapi kami akan menjamin supremasi hukum. Mereka yang berbuat salah akan menjawab kesalahan mereka,” kata Lula, tanpa menyebut nama Bolsonaro.
Lula juga menuduh pemerintahan Bolsonaro telah melakukan “genosida” lantaran gagal merespons dengan baik wabah virus Covid-19 yang menewaskan lebih dari 680.000 warga Brasil. “Tanggung jawab atas genosida ini harus diselidiki dan tidak boleh dibiarkan begitu saja,” katanya.
Selama Bolsonaro menjabat, perlindungan lingkungan di Brasil mengalami kemunduran. Hutan hujan Amazon yang digunduli. Sementara UU Senjata dibuat lebih longgar dan perlindungan untuk masyarakat adat dan kelompok minoritas begitu lemah.
Lula pun berjanji untuk meluncurkan berbagai kebijakan yang kontras untuk memulihkan kerusakan yang dibuat pendahulunya itu. Lula mengatakan, dia ingin mengubah Brasil menjadi negara “adidaya hijau”. Dia memperkuat komitmennya untuk mengakhiri penggundulan hutan Amazon, yang selama pemerintahan Bolsonaro telah melonjak ke level tertinggi dalam 15 tahun terakhir.
Dia juga bakal mencabut pelonggaran UU Senjata di era Bolsonaro, yang telah mendorong peningkatan tajam dalam kepemilikan senjata di kalangan warga sipil.
"Brasil tidak menginginkan lebih banyak senjata, ia menginginkan perdamaian dan keamanan bagi rakyatnya," katanya.