Ukraina bukan hanya negara agraris. Negara ini menyimpan cadangan besar logam tanah jarang dan mineral kritis lainnya, termasuk litium, titanium, uranium, skandium, dan mangan. Menurut Kementerian Perekonomian Ukraina, setidaknya ada 22 dari 34 mineral kritis versi Uni Eropa yang tersedia di wilayah Ukraina.
Beberapa di antaranya, seperti neodymium dan cerium, ditemukan dalam jumlah besar dan sangat dibutuhkan dalam industri hijau serta pertahanan.
Namun, Presiden Volodymyr Zelensky juga mengungkap bahwa sebagian cadangan logam tanah jarang Ukraina kini dikuasai oleh Rusia sejak invasi tahun 2022.
Kesepakatan terbaru antara AS dan Ukraina menimbulkan pertanyaan publik, apakah logam tanah jarang Ukraina kini dikuasai Amerika Serikat?
Presiden AS saat ini, Donald Trump, menyatakan keinginannya agar Ukraina memasok logam tanah jarang ke AS sebagai imbalan atas bantuan keuangan dan militer. Walau belum dijelaskan secara detail jenis dan volume logam yang disepakati, keinginan Trump ini menegaskan pentingnya peran Ukraina sebagai alternatif pemasok mineral strategis bagi AS.