Pemerintah Arab Saudi menetapkan kuota haji untuk setiap negara sebesar 0,1 persen dari total populasi dan untuk Malaysia saat ini sebanyak 31.600 orang setiap tahun.
Muhyiddin mengatakan, umat Islam Malaysia harus bersabar sampai pandemi berakhir dan pelaksanaan haji bisa kembali normal.
Dia melanjutkan ada beberapa kemudahan lain bagi jemaah Malaysia yakni kemudahan dan penyederhanaan proses pra-izin haji dan umrah. Ini ditandai dengan peresmian inisiatif Layanan Jalan Makkah yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Malaysia dengan Saudi.
“Jemaah haji Malaysia tidak perlu lagi menunggu berjam-jam saat pemeriksaan imigrasi. Mereka bisa langsung menuju bus yang sudah menunggu,” ujarnya.