Lepas Gelar Bangsawan Jepang, Putri Mako dan Suami Terbang ke AS untuk Mulai Hidup Baru

Anton Suhartono
Putri Mako bersama suaminya, Kei Komuro, meinggalkan Jepang untuk memulai hidup baru di New York, AS (Foto: Reuters)

TOKYO, iNews.id - Mako, keponakan KaisarJepang Naruhito yang menanggalkan gelar kebangsawanan karena menikah dengan laki-laki bukan berdarah biru, meninggalkan negaranya untuk memulai hidup baru di Amerika Serikat (AS). Dia menikah dengan teman kuliahnya, Kei Komuro, pada 26 Oktober lalu setelah sempat diterpa kabar miring. 

Mako dan Komuro, keduanya berusia 30 tahun, meninggalkan Jepang, Minggu (14/11/2021). Mereka berjalan melewati jurnalis yang sudah menunggu di Bandara Internasional Haneda, Tokyo, sebelum masuk ke pesawat ANA yang membawa mereka ke New York.

Para pendukung pasangan itu juga berdatangan ke bandara guna melepas keberangkatan Mako dan Komuro.

Mako didiagnosis mengalami gangguan stres pasca-trauma atau PTSD tahun ini setelah pertunangan mereka diganggu oleh skandal uang, pemberitaan media, serta harus berpisah dengan pasangannya selama 3 tahun. Komuro meninggalkan Mako dengan lebih dulu tinggal di AS untuk melanjutkan studi di bidang hukum. Namun spekulasi yang berkembang luas, kepergian Komuro ke AS untuk menghindari skandal yang menimpanya.

Pernikahan mereka sempat ditunda dua kali disebabkan masalah keuangan yang menerpa keluarga Komuro, yakni terkait utang yang melilit ibunya.

Setelah menikah Mako mendapat paspor akan menemani Komuro di New York di mana dia sudah bekerja di sebuah kantor advokat.

Setelah pernikahan, Mako yang merupakan putri dari pasangan Putra Mahkota Akishino dan Kiko, menerima paspor pertamanya sehingga dia bisa menemani Komuro ke New York. Mako akan mendampingi Komuro yang sekarang bekerja di sebuah kantor penasihat hukum.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemimpin Hizbullah Peringatkan Israel: Tarik Seluruh Pasukan dari Lebanon Tanpa Syarat

57 tahun lalu

Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapatkan Perdamaian Permanen

57 tahun lalu

AS Mulai Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Imbas Ketegangan dengan NATO soal Iran

57 tahun lalu

Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal