Untuk memperoleh angka tersebut, para peneliti Max Planck mengumpulkan data dari berbagai sumber dan melakukan proyeksi statistik. Selain data Kementerian Kesehatan Palestina yang berbasis di Gaza, mereka juga memasukkan survei rumah tangga independen dan laporan kematian dari media sosial.
Tim Max Planck juga mendasarkan penelitian mereka pada temuan-temuan sebelumnya serta menghitung estimasi mortalitas terperinci. Mereka menganalisis secara rinci, termasuk korban laki-laki dan perempuan serta berbagai kelompok usia.
Pendekatan ini tidak hanya menghasilkan angka keseluruhan yang lebih akurat, tapi juga memungkinkan diferensiasi yang terperinci tentang siapa yang meninggal.
Akurasi catatan kematian bervariasi berdasarkan jenis kelamin dan usia; perempuan lebih jarang dihitung daripada laki-laki. Statistik resmi seringkali gagal memasukkan kematian di antara orang-orang berusia di atas 60 tahun.
Menurut perhitungan para peneliti, sekitar 27 persen korban perang kemungkinan adalah anak-anak berusia di bawah usia 15 tahun, dengan sekitar 24 persen adalah perempuan dewasa.