Akibat ledakan, kawasan industri di kota itu dan jalan-jalan di sekitarnya ditutup hampir sepanjang hari.
Polisi mengingatkan penduduk yang tinggal di dekat area tersebut agar tetap tinggal di dalam rumah dan menutup pintu dan jendela rumah jika ada asap beracun di sekitar lingkungan mereka. Currenta selaku perusahaan operator penyedia layanan industri kimia untuk Bayer menyatakan, penduduk setempat juga harus mematikan sistem pendingin udara untuk mengatasi kemungkinan dampak gas beracun.
Friedrich mengatakan, masih belum jelas apa yang menyebabkan ledakan. Namun yang jelas, ledakan itu menyebabkan kebakaran yang dimulai pada tangki yang berisi pelarut.
“Pelarut terbakar selama insiden itu, dan kami tidak tahu persis zat apa saja yang dilepaskan olehnya. Kami sedang memeriksa ini dengan pihak berwenang, mengambil sampel,” ujarnya.
Leverkusen berjarak kurang dari 50 km dari wilayah Jerman yang dilanda bencana banjir pekan lalu yang menewaskan sedikitnya 180 orang.
Lebih dari 30 perusahaan beroperasi di lokasi Chempark di Leverkusen, termasuk Covestro, Bayer, Lanxess, dan Arlanxeo.