Lagi! Pejabat AS Mundur karena Protes Perang Gaza, Sebut Deplu Ubah Laporan demi Bela Israel

Ahmad Islamy Jamil
Logo Departemen Luar Negeri AS (ilustrasi). (Foto: Ist.)

Kini, jumlah korban tewas di kalangan warga Gaza telah melebihi 36.000 jiwa dan krisis kemanusiaan melanda wilayah Palestina tersebut. Kelompok hak asasi manusia (HAM) dan kritikus lainnya menyalahkan AS karena selalu menyediakan senjata untuk Israel dan sebagian besar membela tindakan zionis.

Deplu AS menyerahkan laporan setebal 46 halaman tersebut kepada Kongres pada awal bulan ini. Laporan itu menjadi syarat dalam menerbitkan Memorandum Keamanan Nasional AS yang baru, yang dikeluarkan Biden pada awal Februari.

Di antara kesimpulan lainnya, laporan tersebut mengatakan bahwa pada periode setelah 7 Oktober, Israel "tidak sepenuhnya bekerja sama" dengan AS dan upaya lain untuk memasukkan bantuan kemanusiaan ke Gaza. Namun dikatakan bahwa hal itu tidak berarti pelanggaran terhadap undang-undang AS yang melarang penyediaan senjata ke negara-negara yang membatasi bantuan kemanusiaan AS.

Menurut Gilbert, bunyi laporan itu tidak seperti yang dia kerjakan bersama para ahli lain di Deplu AS. Dia, Israel bukan saja "tidak sepenuhnya bekerja sama", melainkan memang memblokir sepenuhnya bantuan kemanusiaan sehingga tak bisa masuk ke Gaza.

Biro tempat Gilbert bekerja adalah salah satu dari empat biro yang berkontribusi dalam membuat memo rahasia yang dilaporkan secara eksklusif oleh Reuters pada akhir lalu. Memo itu berisi pemberitahuan kepada Menlu AS Antony Blinken bahwa Israel mungkin melanggar hukum kemanusiaan internasional di Gaza.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
7 jam lalu

42 Warga dan Tentara Israel Tewas selama Perang Melawan Iran

Internasional
8 jam lalu

Korban Tewas Serangan Brutal Israel ke Jadi 250 Orang, Hizbullah Janjikan Pembalasan

Internasional
11 jam lalu

Australia Sambut Gencatan Senjata tapi Kecam Ancaman Trump soal Hancurkan Peradaban Iran

Internasional
12 jam lalu

Israel Buka Masjid Al Aqsa Hari Ini, Umat Islam Bisa Salat Subuh Berjamaah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal