Lagi, China Klaim Berhasil Uji Teknis Rudal Antibalistik

Umaya Khusniah
China berhasil melakukan uji teknis rudal antibalistik (ABM) berbasis darat. (Foto: Reuters)

Kedua, fase tengah perjalanan di mana booster berhenti saat rudal bergerak keluar dari atmosfer. Ketiga dan terakhir, fase masuk kembali di mana rudal memasuki atmosfer dan menukik ke sasarannya.

Kata para ahli, mencegat rudal balistik antarbenua selama perjalanannya sangat menantang. Pasalnya, selama fase ini, rudal, biasanya dilengkapi dengan hulu ledak nuklir dan bergerak tinggi di luar atmosfer dengan kecepatan sangat tinggi, 

Secara teknis mudah untuk mencegat rudal balistik dalam fase dorongan karena rudal masih dekat dengan tanah dan berakselerasi. Namun demikian, sulit untuk mendekati lokasi peluncuran yang biasanya jauh di wilayah musuh. 

Pada fase kedua, intersepsi juga menantang karena kecepatan rudal sangat tinggi.

Sekarang ini banyak negara di seluruh dunia sedang mengembangkan rudal hipersonik dengan peluncur gelombang yang dapat menyesuaikan lintasan mereka di tengah penerbangan ketika mereka memasuki kembali atmosfer.

"Ini membuat intersepsi terminal menjadi lebih sulit, intersepsi di tengah jalur menjadi lebih penting," kata para analis.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menkeu Purbaya bakal Kunjungi China Pekan Depan, Bahas Apa?

57 tahun lalu

China akan Bangun Pusat Padi di Papua, Tingkatkan Produksi Beras

57 tahun lalu

Surplus Produksi, Ceker Ayam RI Siap Diekspor ke China

57 tahun lalu

China Lirik Proyek Penyimpanan Listrik PLTS 100 GW Milik RI 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal