Soal Kudeta, Joe Biden Serukan Komunitas Internasional Bersatu Tekan Militer Myanmar

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Amerika Serikat, Joe Biden. (Foto: AFP)

Menurut Biden, Amerika Serikat sebelumnya bersedia mencabut sanksi terhadap Myanmar selama satu dekade terakhir karena berdasarkan kemajuan negara itu menuju demokrasi. Namun, kudeta militer kali ini membuat AS meninjau kembali pencabutan sanksi itu. Washington DC tengah mempertimbangkan untuk menjatuhkan hukuman baru kepada Myanmar.

“Kami akan bekerja dengan mitra kami di seluruh kawasan dan dunia untuk mendukung pemulihan demokrasi dan supremasi hukum, serta meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab untuk membatalkan transisi demokrasi Burma,” ucap Biden.

Biden meminta militer di Myanmar untuk mencabut semua pembatasan telekomunikasi dan menahan diri dari kekerasan terhadap warga sipil.

Seorang pejabat Amerika mengatakan kepada Reuters, Pemerintah AS telah menggelar rapat internal tingkat tinggi yang bertujuan untuk menyusun tanggapan “seluruh pemerintah” dan berencana untuk berkonsultasi erat dengan Kongres AS terkait kudeta di Myanmar.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Balas Dendam! Iran Gempur Pangkalan Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Sirine Meraung-raung

57 tahun lalu

Izin Ekspor Minyak Dicabut AS, Iran Siapkan Pembalasan

57 tahun lalu

Sekjen Kementerian PU soal Istri dan Anak Menteri Ikut ke AS: Tak Pakai APBN

57 tahun lalu

Kapal Tanker Raksasa Diserang di Selat Hormuz, Qatar Panggil Diplomat Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal