Kuburan Massal Baru Ditemukan di Ladang Pertanian Libya

Ahmad Islamy Jamil
Kuburan massal baru yang ditemukan di area pertanian di Kota Tarhua, Libya. (Foto: World Bulletin)

TRIPOLI, iNews.id – Pihak berwenang Libya menemukan kuburan massal baru di Kota Tarhuna, yang terletak di bagian barat daya negara itu. Kota Tarhuna sebelumnya menjadi basis gerakan kelompok pendukung panglima perang Jenderal Khalifa Haftar.

World Bulletin mengutip Otoritas Umum untuk Pencarian dan Identifikasi Orang Hilang Libya melaporkan, kuburan baru itu ditemukan di area pertanian besar yang dikenal sebagai Mashrou' Alzerai di Tarhuna. 

Pada Senin (18/10/2021) lalu, pihak berwenang Libya juga mengumumkan penemuan dua kuburan massal di daerah yang sama. Sejak Juni tahun lalu, terdapat 81 kuburan massal yang ditemukan di berbagai wilayah Tarhuna.

Menurut data yang dihimpun Anadolu, ada 248 mayat digali dari berbagai kuburan massal di Tarhuna sejak kekalahan kelompok Haftar pada Juni 2020.

Pada Maret lalu, pihak berwenang Libya menyatakan, mereka memiliki daftar 3.650 orang hilang di berbagai kota di negara itu, termasuk 350 orang yang hilang di Tarhuna. Menurut sumber resmi Libya, pasukan Haftar dan milisi yang berafiliasi dengannya melakukan kejahatan perang dan tindakan genosida pada periode antara April 2019 dan Juni 2020.

Pada 16 Maret, Pemerintah Persatuan Transisional Libya yang baru yang dipimpin Abdul Hamid Dbeibeh terpilih untuk memimpin negara itu melaksanakan pemilu pada Desember nanti. Rakyat Libya berharap langkah tersebut dapat mengakhiri perang saudara bertahun-tahun yang telah melanda negeri Afrika Utara itu sejak penggulingan dan pembunuhan Muammar Khadafi pada 2011.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dibidik Pengadilan Kriminal Internasional, Menteri Radikal Israel malah Nantang: Saya Tidak Takut!

57 tahun lalu

Pengadilan Kriminal Internasional Dilaporkan Akan Menangkap Menteri Radikal Israel Itamar Ben Gvir

57 tahun lalu

Pengadilan Kriminal Internasional Dilaporkan Buru 5 Pejabat dan Tentara Israel terkait Perang Gaza

57 tahun lalu

Korban Tewas Ebola Jadi 100 Orang di Kongo, WHO Peringatkan Potensi Wabah Lebih Besar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal