Selain itu, citra senjata buatan Amerika di tangan Taliban saat menyapu Tentara Nasional Afghanistan—yang didanai miliaran dolar oleh Pemerintah AS selama dua dekade terakhir—dapat disebut kudeta propaganda bagi para militan.
Kebanyakan senapat AK-47 yang beredar di Afghanistan adalah tiruan. Akan tetapi, beberapa di antaranya adalah senjata yang didapat dari bekas pendudukan Uni Soviet selama 10 tahun di Afghanistan—yang berakhir pada 1989.
AK-47 pertama kali diproduksi tepat setelah akhir Perang Dunia Kedua. Senjata itu dibuat berdasarkan desain Jerman. Sejak saat itu, senapan serbu menjadi aset yang jamak dijumpai dalam gudang-gudang senjata milik pemerintah maupun kelompok pemberontak di seluruh dunia.
Kini, senjata buatan Amerika dapat digunakan oleh Taliban selama bertahun-tahun karena persediaan amunisinya yang berlimpah. Apalagi, peluru kaliber 5,56 mm tersedia di pasar bagi para pemilik senjata di kalangan sipil Amerika Serikat.
“Orang-orang Rusia menjual jutaan amunisi AR 5,56 NATO setiap tahun untuk pasar AS dengan merek Tula, Wolf, dan Red Army untuk beberapa nama,” kata pensiunan perwira Marinir AS lainnya, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena saat ini tidak mendapat izin dari atasannya untuk berbicara kepada media.
“Saya pikir, para sekutu Taliban tidak akan kesulitan memasok suku cadang untuk hampir semua sistem infanterinya,” kata bekas tentara itu lagi.