Menlu Rusia itu juga menegaskan bahwa negaranya tidak punya niat untuk mengadakan perang nuklir. “Wacana (tentang) nuklir terus berputar di kepala para politisi Barat, namun tidak di kepala orang-orang Rusia,” ujar Lavrov dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi milik Pemerintah Rusia, Kamis (3/3/2022).
“Saya meyakinkan Anda bahwa kami (Rusia) tidak akan membiarkan provokasi apa pun membuat kami goyah,” ucapnya.
Dia mengatakan, Rusia tidak akan membiarkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk memimpin sebuah masyarakat di mana Nazisme berkembang. Sayangnya, Lavrov tidak memberikan bukti untuk mendukung pernyataannya dalam wawancara tersebut.
Apalagi, Zelensky diketahui berasal dari bangsa Yahudi—yang notabene menjadi korban keganasan Nazi di era Perang Dunia II.