Kosovo Memanas, Ini Pesan NATO untuk Kurangi Ketegangan dengan Serbia

Ahmad Islamy Jamil
Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg. (Foto: Reuters)

Sementara itu, etnik Albania mencapai 90 persen dari total populasi Kosovo secara keseluruhan.

Serbia menolak untuk mengambil bagian dalam pemilu lokal pada April lalu. Akibatnya, kandidat kepala daerah beretnik Albania keluar sebagai pemenang di keempat kota setempat dengan jumlah pemilih 3,5 persen.

Warga Serbia di wilayah itu, yang didukung oleh Beograd, mengatakan bahwa mereka tidak akan menerima para wali kota itu. Alasannya, orang-orang Serbia merasa tidak terwakili oleh mereka.

Pada Jumat (26/5/2023) lalu, tiga dari empat wali kota dikawal oleh polisi ke kantor mereka. Para pendemo pun melemparkan batu ke pihak berwenang. Aparat kemudian menanggapinya dengan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa yang marah.

Sampai Minggu ini, situasi di Kosovo tetap tegang. Polisi bersenjata lengkap dengan kendaraan lapis baja masih menjaga kantor-kantor wali kota.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Didemo atas Tuduhan Korupsi, Presiden Serbia Vucic Umumkan Akan Mundur

57 tahun lalu

AS Mulai Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Imbas Ketegangan dengan NATO soal Iran

57 tahun lalu

Kesal! Trump: AS Bayar Mahal untuk Lindungi Eropa dari Serangan Rusia

57 tahun lalu

AS Akan Serang Iran Habis-habisan jika Terus Ulur Waktu Sepakati Perdamaian

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal