Korsel saat ini menghadapi gelombang ketiga wabah virus corona. Kasus-kasus baru secara konsisten berada di kisaran jumlah 600 kasus selama sepekan terakhir terakhir.
Negara Asia Timur itu telah menerapkan aturan jarak sosial yang lebih ketat mulai Selasa (8/12/2020) lalu. Tak hanya itu, pemerintah setempat juga menerapkan jam malam—yang belum pernah terjadi sebelumnya—di restoran-restoran dan sebagian besar unit bisnis lainnya.
Lonjakan kasus pada Jumat kemarin menjadi pukulan keras bagi sistem pemberantasan pandemi Korsel yang selama ini menjadi kebanggaan dan andalan negara itu. Pada gelombang pertama infeksi, negeri ginseng berhasil mengatasi wabah tanpa harus memberlakukan lockdown alias penguncian wilayah.
Korsel kala itu berhasil menjaga laju infeksi di bawah 50 kasus per hari selama sebagian besar musim panas, lewat metode pelacakan, pengujian, dan karantina yang invasif.
Perdana Menteri Korsel, Chung Sye Kyun, pada Jumat kemarin menyebut gelombang wabah Covid di negaranya saat ini sebagai “krisis yang kritis”. Dia pun mengungkapkan rencana untuk mengirim sekitar 800 aparat militer, kepolisian, dan pemerintah di setiap distrik di wilayah Seoul Raya untuk membantu melacak pasien-pasien potensial Covid.