Korsel Buka Peluang untuk Ikut-ikutan Mempersenjatai Ukraina

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol. (Foto: Reuters)

Korsel menjadi salah satu sekutu utama Amerika Serikat di Asia. Negeri ginseng itu juga menjadi produsen utama amunisi artileri. Sejak pecahnya perang di Ukraina, ada tekanan yang meningkat dari negara-negara barat terhadap Seoul untuk mengirimkan pasokan senjata ke Kiev.

Kendati demikian, Korsel sampai sejauh ini berusaha menghindari permusuhan dengan Rusia, lantaran banyak perusahaannya beroperasi di negeri beruang merah. Di samping itu, kuatnya pengaruh Moskow atas Korea Utara juga menjadi pertimbangan Seoul untuk berhati-hati mengambil sikap terkait Ukraina. 

“Saya percaya tidak akan ada batasan sejauh mana dukungan untuk mempertahankan dan memulihkan negara yang telah diserang secara ilegal baik di bawah hukum internasional maupun domestik,” kata Yoon. 

“Namun, mengingat hubungan kami dengan pihak-pihak yang terlibat dalam perang dan perkembangan di medan perang, kami akan mengambil tindakan yang paling tepat,” ujarnya.

Yoon dijadwalkan mengunjungi Amerika Serikat minggu depan untuk menghadiri pertemuan puncak dengan Presiden AS Joe Biden. Kunjungan tersebut menandai peringatan 70 tahun aliansi kedua negara.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pidato Kemerdekaan Ke-250 AS, Trump: Militer Kita yang Terkuat, Menang 2 Perang Dunia!

57 tahun lalu

Iran Berduka! Trump Hentikan Negosiasi Seminggu, Beri Waktu Pemakaman Khamenei

57 tahun lalu

Iran Peringatkan AS-Israel Tak Menyerang Prosesi Pemakaman Khamenei: Akan Kami Balas!

57 tahun lalu

Terungkap, AS Sempat Desak Israel Tak Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal