Korsel menjadi salah satu sekutu utama Amerika Serikat di Asia. Negeri ginseng itu juga menjadi produsen utama amunisi artileri. Sejak pecahnya perang di Ukraina, ada tekanan yang meningkat dari negara-negara barat terhadap Seoul untuk mengirimkan pasokan senjata ke Kiev.
Kendati demikian, Korsel sampai sejauh ini berusaha menghindari permusuhan dengan Rusia, lantaran banyak perusahaannya beroperasi di negeri beruang merah. Di samping itu, kuatnya pengaruh Moskow atas Korea Utara juga menjadi pertimbangan Seoul untuk berhati-hati mengambil sikap terkait Ukraina.
“Saya percaya tidak akan ada batasan sejauh mana dukungan untuk mempertahankan dan memulihkan negara yang telah diserang secara ilegal baik di bawah hukum internasional maupun domestik,” kata Yoon.
“Namun, mengingat hubungan kami dengan pihak-pihak yang terlibat dalam perang dan perkembangan di medan perang, kami akan mengambil tindakan yang paling tepat,” ujarnya.
Yoon dijadwalkan mengunjungi Amerika Serikat minggu depan untuk menghadiri pertemuan puncak dengan Presiden AS Joe Biden. Kunjungan tersebut menandai peringatan 70 tahun aliansi kedua negara.