Menurut Lavrov, “temuan” tertentu di biolab militer di Donbas justru menunjukkan adanya pelanggaran langsung terhadap Konvensi Senjata Biologi.
Pada 9 Juni, Departemen Pertahanan AS mengatakan, Amerika Serikat telah membantu memberikan dukungan kepada 46 laboratorium biologi di Ukraina untuk meningkatkan keamanan biologis dan memantau penyakit.
Sementara pada Februari, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menemukan keberadaan 30 laboratorium biologi militer yang didanai AS di Ukraina. Menurut Moskow, Washington DC telah menghabiskan lebih dari 200 juta dolar AS untuk mengembangkan senjata biologi di fasilitas tersebut.
Rusia juga mengatakan, laboratorium yang terungkap di Ukraina baru sebagian kecil saja dari jaringan global yang dimiliki AS di lebih dari 300 fasilitas serupa.