Korban Tewas Kian Bertambah, Filipina Umumkan Darurat Demam Berdarah Nasional

Nathania Riris Michico
Sebagian besar demam berdarah terjadi pada anak-anak, seperti anak laki-laki di Cabatuan ini. (FOTO: EPA)

Daerah Western Visayas mencatat kasus terbanyak dengan lebih dari 23.000 penderita. Terjadi juga wabah signifikan di Calabarzon, Zamboanga Peninsula, dan Northern Mindanao.

Tujuh daerah melewati batas epidemi selama tiga pekan berturut-turut.

Ketakutan terhadap vaksin dengue menyebabkan anjloknya tingkat imunisasi di Filipina, padahal penyakit ini sebenarnya dapat dicegah.

Kekhawatiran itu terkait dengan Dengvaxia, vaksin pertama di dunia untuk melawan demam berdarah, karena 14 anak meninggal dari lebih 800.000 yang disuntik pada 2016 hingga 2017.

Sanofi, pengembang vaksin dari Prancis dan sejumlah ahli setempat, telah mengatakan tidak terdapat bukti yang mengaitkan belasan kematian tersebut dengan obat itu.

Demam berdarah terjadi pada lebih dari 400 juta orang setiap tahun di dunia, sebagian besar di daerah tropis atau sub-tropis. Kebanyakan kasus infeksi parah terjadi pada anak-anak.

Gejalanya adalah deman, rasa sakit di belakang mata, dan bintik merah. Berbagai hal ini biasanya muncul sekitar empat sampai sepuluh hari setelah infeksi dan menghilang dalam periode sekitar satu pekan.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
23 jam lalu

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr Lolos dari Pemakzulan

Health
3 hari lalu

Kemenkes Beri Lampu Hijau Vaksin Dengue Gratis untuk Rakyat? Ini Faktanya!

Nasional
3 hari lalu

Dubes RI untuk Filipina Agus Widjojo Meninggal Dunia

Health
8 hari lalu

Anak Demam Tinggi Mendadak di Musim Hujan, Waspada Demam Berdarah!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal