Seorang anggota tim penyelamat mengatakan, mungkin masih ada orang yang masih hidup untuk ditemukan.
“Orang-orang sangat menderita. Kami mengajukan permohonan untuk menerima tenda, bantuan, atau semacamnya, tetapi sampai sekarang kami belum menerima apa-apa,” kata Hassan Saimoua, seorang pengungsi yang tinggal bersama keluarganya di sebuah taman bermain di Kota Gaziantep di Turki Tenggara.
Saat ini, Saimoua dan warga Suriah lainnya yang berlindung di Gaziantep hanya menggunakan lembaran plastik, selimut, dan karton untuk mendirikan tenda darurat di taman bermain itu.
“Kebutuhan (para penyintas gempa) sangat besar, meningkat setiap jam. Sekitar 26 juta orang di kedua negara membutuhkan bantuan kemanusiaan,” kata Direktur Organisasi Kesehatan Dunia untuk Eropa, Hans Henri P Kluge.
“Ada juga kekhawatiran yang berkembang atas masalah kesehatan yang muncul terkait dengan cuaca dingin, kebersihan dan sanitasi, dan penyebaran penyakit menular, dengan orang-orang yang rentan khususnya yang berisiko,” tuturnya.