Sebagian besar dari 21 demonstran yang tewas terjadi pada Senin (8/9/2025). Mereka diduga menjadi korban kekerasan polisi saat demo terhadap larangan pemerintah bermain media sosial, korupsi hingga tata kelola yang buruk.
Akibat demo tersebut, Perdana Menteri Nepal KP Sharma Oli mengundurkan diri pada Selasa (9/9/2025). Kemudian, tentara mengambil alih.
Selain itu, napi yang kabur tercatat sebanyak 15.000 orang. Adapun 12.500 di antaranya masih diburu.