Menurut Araghchi, tanggung jawab untuk memulihkan lalu lintas Selat Hormuz ada di tangan Iran, bukan negara lain.
“Tanggung jawab ini berada di pundak Republik Islam Iran. Tidak ada pihak atau negara lain (terlibat).dalam hal ini," tuturnya.
Dia menggarisbawahi, intervensi atau tindakan sepihak dari negara mana pun hanya akan memperburuk situasi serta menunda pembukaan kembali Selat Hormuz untuk pelayaran umum.
Iran terlibat saling serang dengan militer AS sejak Jumat pekan lalu. Mulawanya Iran menyerang kapal kargo yang melintasi Selat Hormuz tanpa izin pada Kamis. Serangan tersebut direspons AS dengan menggempur beberapa fasilitas militer Iran keesokan harinya.
Tak tinggal diam, Iran membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di Bahrain.