Klaim Bukti Iran Terlibat, AS Rilis Gambar Baru Serangan Tanker di Teluk Oman

Nathania Riris Michico
Gambar yang diambil dari helikopter angkatan laut AS menunjukkan Korps Garda Revolusi Islam mengeluarkan sebuah bahan peledak yang tidak meledak. (Foto: US Department Of Defense Handout/EPA)

Gambar-gambar lain menunjukkan sebuah lubang, yang diklaim dampak ledakan di lambung kapal kapal tanker oleh bahan peledak yang lain, dan bahkan ada bekas tangan seseorang yang mengeluarkan perangkat yang gagal meledak.

Serangan terhadap kapal tanker minyak itu terjadi pada 13 Juni. Serangan itu memicu ledakan dan kebakaran.

AS dengan cepat menyalahkan Iran atas insiden tersebut. Presiden Donald Trump mengatakan bahwa bukti yang diperoleh oleh AS memiliki catatan atas keterlibatan Iran.

Namun, Iran membantah klaim tersebut, dan menunjukkan insiden itu kemungkinan merupakan operasi "bendera palsu" yang dilakukan AS.

Insiden 13 Juni itu terjadi sebulan setelah empat tanker komersial lainnya rusak karena serangan misterius. AS juga menyalahkan Iran atas hal itu, yang kembali dibantah oleh Iran dengan keras.

AS berulang kali menyebut ada ancaman yang meningkat dari Iran sebagai dalih untuk menumpuk pasukannya di kawasan Timur Tengah. AS saat ini sudah mengerahkan kelompok tempur kapal induk, pesawat pengebom strategis B-52, baterai sistem rudal Patriot, dan 1.500 tentara di dekat Iran.

Beberapa jam setelah Pentagon merilis rekaman gambar terbaru itu, Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan mengumumkan bahwa 1.000 tentara tambahan sedang dikerahkan ke Timur Tengah.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Megapolitan
2 hari lalu

Jelang Final Piala Asia Futsal 2026 Indonesia Vs Iran, Lalin di Sekitar GBK Macet

Internasional
3 hari lalu

Trump Puas Negosiasi Nuklir dengan Iran: Mereka Siap Capai Kesepakatan!

Internasional
3 hari lalu

Iran Pastikan Negosiasi dengan AS Hanya Bahas Nuklir, Bukan yang Lain

Internasional
3 hari lalu

Perundingan Nuklir dengan AS, Menlu Iran Araghchi: Awal yang Baik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal