Kisah WNI di Venezuela saat Hiperinflasi: Rogoh 1,7 Miliar untuk Makan

Nathania Riris Michico
Mata uang baru di bagian atas dan mata uang lama. (Foto: doc. Tri Astuti)

Para penjaga restoran memberikan rincian bank dan mempercayakan kepada pelanggan untuk mentransfer uang.

Ambruknya perekonomian Venezuela ditandai antara lain dengan hiperinfilasi, pemadaman listrik, kurangnya pasokan makanan serta obat-obatan. Situasi ini menyebabkan jutaan warga Venezuela keluar dari negara yang kaya minyak itu.

Menurut data PBB, sebanyak 2,3 juta warga Venezuela meninggalkan negara itu sejak 2014 saat krisis ekonomi mulai menggigit.

Banyak yang menyalahkan Presiden Nicolas Maduro dan pemerintahannya atas situasi suram negara itu.

"Hiperinflasi sangat terasa menjelang pertengahan 2018," kata Tri Astuti.

Di pasar tradisional, transaksi juga melalui transfer karena harga sayuran mencapai 30 juta bolivar dan ikan sekitar 40 juta bolivar.

Setelah pergantian mata uang baru, makan siang di gerai cepat saji yang biasanya sekitar 65 juta bolivar, Rabu (23/8) menjadi 625 bolivar.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Nasional
7 hari lalu

Kerja Pemerintah Pascabencana Berbuah Hasil: Inflasi di Aceh, Sumut dan Sumbar Berbalik Deflasi

Bisnis
8 hari lalu

Ekonom Ungkap Inflasi Januari 2026 Bukan Dipicu Lonjakan Harga, Ini Penjelasannya

Nasional
9 hari lalu

RI Deflasi 0,15 Persen di Januari 2026 gegara Makanan-Minuman dan Tembakau

Nasional
13 hari lalu

Pemerintah Siapkan Diskon Transportasi hingga Bansos Beras untuk Jaga Inflasi Jelang Lebaran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal