Kisah Suku Apatani, Sumbat Hidung karena Terlalu Cantik

Pratitis Nur Kanariyati
Kisah perempuan Suku Apatani menyumbat lubang hidung karena terlalu cantik (Foto: Ne Cab)

Tippei terbuat dari gumpalan tinta hitam yang dicampur lemak babi dan butiran arang halus. Orang yang memakainya masih bisa bernapas. Konon, pada setiap embusan napas dari hidung yang tersumbat, terdapat keyakinan dan kepercayaan bahwa apa yang dilakukan ini merupakan kebenaran dan identitas perempuan Suku Apatani. 

Merujuk Ed Times, praktik penggunaan sumbat hidung telah dilarang oleh Pemerintah India pada awal 1970-an. Itulah mengapa saat ini hanya perempuan Suku Apatani berusia di atas 45 tahun yang masih melakukannya. Namun, larangan tersebut masih dipertanyakan. Pasalnya, perempuan-perempuan Suku Apatani, khususnya orang tua, menganggap tradisi menyumbat hidung adalah identitas mereka. 

Apakah bagian dari tradisi budaya suatu masyarakat dapat dilarang begitu saja? Di sini lain, generasi muda menolak praktik semacam itu, karena akan menghalangi kesempatan mencari pekerjaan dan bersosialisasi yang lebih luas.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Seleb
7 hari lalu

Kenapa Perempuan Lebih Bersemangat Setelah Haid? Begini Penjelasan Dokter

Nasional
7 hari lalu

Wamen Isyana Ajak Perempuan Bangun Generasi Emas dari Keluarga di Women's Inspiration Awards 2026

Nasional
8 hari lalu

Wamendag Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Ekonomi di Women's Inspiration Awards 2026

Internasional
8 hari lalu

Wali Kota New York Mamdani Minta Raja Charles Kembalikan Berlian Hiasi Mahkota Ratu Inggris 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal