Kisah Pria Autis Tak Bisa Baca sampai Usia 18 Tahun kini Jadi Profesor Universitas Cambridge

Anton Suhartono
Jason Arday berhasil menjadi profesor Universitas Cambridge meski baru bisa membaca dan menulis pada usia 18 tahun (Foto: Universitas Cambridge)

Teman dekat sekaligus mentor kampus, Sandro Sandi, selalu mendorongnya untuk mengejar karier. 

"Dia selalu percaya pada saya," ujarnya.

Setelah lulus, Arday bekerja sebagai guru pendidikan jasmani. Pekerjaan itu memberi pelajaran berharga baginya.

“Menjadi guru sekolah memberi saya pemahaman langsung tentang ketidaksetaraan sistemik yang dihadapi anak-anak muda dari kelompok minoritas dalam pendidikan,” ujarnya.

Arday mengenang pengalaman masa lalunya dan bagaimana bisa diterima di masyarakat. Profesor sosiologi itu mengenang permah ditolak di lingkungan saat pertama kali mulai menulis untuk akademis.

"Ketika saya mulai menulis makalah akademis, saya tidak tahu apa yang saya lakukan. Saya tidak punya mentor dan tidak ada yang pernah menunjukkan cara menulis. Semua yang saya kirim ditolak dengan tegas. Proses peer review sangat kejam, tapi saya menganggapnya sebagai pengalaman belajar dan anehnya mulai menikmatinya," kata Arday.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 jam lalu

Andy Burnham Resmi Jadi Perdana Menteri Inggris, Janji Pulihkan Stabilitas

3 hari lalu

Usai Menang Semifinal Piala Dunia, Argentina Tuduh Kapal Perang Inggris Langgar Kedaulatan

4 hari lalu

Video Viral David Beckham Disoraki Suporter Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026, Netizen Gaduh!

4 hari lalu

Provokatif! Pemain Timnas Argentina Angkat Spanduk 'Perang Malvinas' usai Kalahkan Inggris

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal