Kisah Pilot Indonesia Saksikan Rudal Melintas di Bawah Pesawat saat Terbang di Negara Konflik

Anton Suhartono
Kapten Syahreza (Screengrab: YouTube/Vincent Raditya)

Setelah terbang untuk Garuda Indonesia, Syahreza menjajal peruntungan mendaftar di maskapai Swiss Air dan diterima. Saat itu usianya masih 23 tahun.

"Dari 50 pilot, keterima delapan. Kok bisa saya yang keterima, saya juga enggak tahu sampai sekarang tuh," ujarnya, kepada Vincent.

Di antara pengalaman paling berkesan bagi Syahreza saat bertugas di luar negeri adalah menerbangkan pesawat di daerah konflik Timur Tengah. 

"Saya bekerja beberapa waktu lalu di daerah konflik, di tempat itu terjadi peperangan dan kita diminta membawa tentara untuk mencapai base. Suatu ketika kita terbang melalui jalur merah," ujarnya, tanpa menyebut untuk maskapai apa dia bekerja serta negara dimaksud.

Di daerah itu, lanjut dia, pilot harus menerbangkan pesawat di bawah 30.000 kaki untuk menghindari rudal yang biasa beroperasi di jalur atasnya, dari selatan ke utara.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
17 jam lalu

Perang Makin Sengit, Iran Siapkan Kemungkinan Perang Darat Lawan AS

1 hari lalu

AS Keluarkan Peringatan Global Buntut Perang Lawan Iran: Perkembangannya Bisa Tak Terduga

1 hari lalu

Perang Lawan Iran Semakin Panas! AS Minta Warganya di Seluruh Dunia Waspada

2 hari lalu

Nah, Militer AS Tak Bisa Lindungi 50.000 Tentara di Timur Tengah dari Serangan Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal