Kisah Penjual Buku Irak yang Bersumpah Tak Akan Hancur Hanya karena Korona

Nathania Riris Michico
Perempuan Irak mengenakan masker, setelah wabah virus korona, ketika melihat buku-buku di Jalan Mutanabbi di Baghdad, Irak. (FOTO: REUTERS / Khalid al-Mousily)

"Saya datang ke sini setiap hari Jumat sejak tahun 80-an ketika saya masih mahasiswa," kata Jawad al Bidhani, seorang profesor universitas, yang membeli empat buku akademik, seperti dilaporkan Reuters, Selasa (10/3/2020).

"Penyakit ini (virus korona) berbahaya dan fatal. Tapi ini tidak akan mencegah kita datang ke Jalan Mutanabbi. Jadi kami mengambil kesempatan untuk duduk di sini bersama teman-teman kami selama satu atau dua jam," katanya.

Pasar itu menjadi 'sarang' bagi buku-buku yang dibawa dengan troli dari ruang-ruang di gedung-gedung terdekat; banyak yang dipajang di atas meja di jalan. Jalan itu merupakan barometer kehidupan intelektual.

Tradisi sastra di sana bahkan diringkas dalam pepatah: "Kairo menulis. Beirut mencetak. Baghdad membaca. "

Pilihan sangat terbatas di bawah pemerintahan Saddam, yang melarang bacaan yang kritis. Setelah dia jatuh, literatur politik dan agama menjadi populer, tetapi selera berubah ketika rakyat Irak kehilangan kepercayaan terhadap sistem politik yang oleh banyak orang dianggap korup.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

MNC Animation Rilis Activity Book Karakter Kiko Kolaborasi dengan Gramedia

57 tahun lalu

Roy Suryo Sebut Ikut Sumbang Data untuk Buku Gibran End Game Karya Rismon

57 tahun lalu

Pemerintah Rilis Buku Saku 0% sebagai Panduan Kesejahteraan Rakyat 

57 tahun lalu

Rismon Sianipar Segera Terbitkan Buku Hasil Revisi Penelitian Ijazah Jokowi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal