Kisah Pengakuan Pria Jepang yang Menikah dengan Karakter Anime

Nathania Riris Michico
Akihiko Kondo dan Miku seminggu setelah pernikahan mereka. (FOTO: GETTY IMAGES)

Hubungan-semu semacam ini menurutnya sedang tumbuh. Menurut surveinya tahun ini, 12 persen orang muda dilaporkan jatuh cinta pada karakter anime atau video game.

Apa yang mendorong tren ini?

Prof. Yamada menunjuk pada faktor ekonomi dan tradisi. Menurutnya, perempuan Jepang tidak ingin punya pacar kecuali yang bisa mencari banyak uang.

Pada 2016, 47 persen perempuan berusia 20 sampai 29 membuat pernyataan bahwa suami mereka harus mencari uang dan istri mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Proporsi ini lebih besar daripada kelompok usia lain, termasuk kelompok usia di atas 70 tahun.

"Di Jepang, kehidupan kerja di amat sangat berat dan masih banyak diskriminasi seksual. Jam kerja juga sangat panjang dan banyak sekali tekanan," katanya.

Otaku adalah kata dalam bahasa Jepang untuk seorang yang canggung secara sosial - biasanya mereka terobsesi pada video game dan anime. (FOTO: GETTY IMAGES)

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Nasional
5 hari lalu

Menhan Sjafrie dan Menhan Jepang Tiba di Jakarta, Siap Teken Kerja Sama Pertahanan

Internasional
7 hari lalu

Keji, Suami Bakar Jasad Istri di Kebun Binatang

Internasional
9 hari lalu

Indonesia Pinjamkan Sepasang Komodo ke Kebun Binatang Jepang, Ditukar Panda Merah

Nasional
12 hari lalu

Gempa Besar M6 Guncang Hokkaido Jepang, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal