Kisah Nauru, Salah Satu Negara Terkaya di Dunia yang Kini Jatuh Miskin

Anton Suhartono
Nauru, negara di Pasifik yang dulunya kaya, namun kini miskin (Foto: Reuters)

Fosfat benar-benar mengusir bisnis yang sebelumnya berhasil dikembangkan di negara itu. Pada 2011, tingkat pengangguran di Nauru berada di kisaran 23 persen.

Untuk memicu pertumbuhan ekonomi Nauru, pada 2012 pemerintah setuju membuka pusat penampungan pencari suaka hasil kerja sama dengan Australia. Negeri Kanguru membayar Nauru 312 juta dolar per tahun untuk menjalankan pusat penahanan pencari suaka. Penghasilan dari penanganan pengungsi yang diterima Nauru sama saja dua per tiga PDB negara tersebut.

Di satu sisi, kerja sama tersebut mampu meningkatkan pendapatan keluarga di Nauru. Namun di lain pihak, negara itu menghadapi kecaman karena buruknya kondisi kehidupan para pengungsi.  Akibatnya, dibuat kesepakatan baru untuk memindahkan kelompok-kelompok pengungsi rentan ke Kamboja dan Amerika Serikat. Sejak itu pendapatan Nauru dari pengurusan pengungsi jauh berkurang.

Kondisi negara kaya yang terjun bebas membuat prihatin James Aingimea, seorang pendeta Gereja Jemaat Nauru. Dalam wawancara dengan surat kabar The New York Times dia berandai-andai jika saja fosfat tak ditemukan di negaranya.

“Saya berharap kita tidak pernah menemukan fosfat tersebut. Masih kecil saya sangat indah. Sekarang saya melihat apa yang telah terjadi di sini dan saya ingin menangis," ujarnya.

Eksploitasi sumber daya alam Nauru tanpa didahului dengan analisis dampak lingkungan serta diversifikasi ekonomi membawa negara itu pada keterpurukan atau kutukan.

Sekilas, nauru terlihat seperti surga yang terhampar di Pasifik, namun gara-gara penambangan fosfat, kondisinya seperti penampakan Bulan. Daratannya penuh dengan batu kapur yang tidak cocok untuk ditanami, bahkan mendirikan bangunan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Petani Sawit Soroti Aturan Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam, Ingatkan Transparansi

57 tahun lalu

Kemendag Terbitkan 3 Aturan Pelaksanaan Ekspor Komoditas SDA Lewat DSI

57 tahun lalu

Istana Bicara Skema Baru Bagi Hasil Tambang, Segera Diumumkan?

57 tahun lalu

Pengusaha Dukung Penguatan Tata Kelola Ekspor SDA, Minta Kepastian Hukum dan Implementasi Bertahap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal