Peristiwa ini bukan hanya terjadi di Khan Yunis, namun juga daerah lain. Hamas mengungkap ada 1.200 rudal serta peluru artileri Israel yang tak meledak setelah ditembakkan ke wilayah berpenduduk sekitar 2 juta jiwa itu selama perang 11 hari.
Pihak berwenang Gaza memusnahkan sekitar 1.200 rudal serta peluru artileri pada awal Juni, hampir sebulan setelah perang berakhir.
Peristiwa gagal meledaknya rudal dan peluru artileri Israel di satu sisi merupakan keajaiban. Seorang insinyur bahan peledak di Kementerian Dalam Negeri Gaza, Muhammad Miqdad, mengatakan jika seluruh bom yang dijatuhkan Israel meledak saat itu, dampaknya tak bisa dibayangkan.
Namun di sisi lain bisa menjadi masalah baru jika tak segera dihancurkan. Warga, terutama anak-anak yang tak mengenalinya bisa saja menjadikannya mainan, sehingga memicu ledakan.
Miqdad meminta badan-badan internasional untuk membantu otoritas mencari dan mengidentifikasi senjata-senjata Israel yang gagal meledak. Selain itu otoritas di Gaza juga membutuhkan peralatan pendukung.