Kisah Dokter AS Tugas di Gaza Terpaksa Amputasi 80 Persen Pasien Anak akibat Bom Israel

Anton Suhartono
Seorang dokter ahli bedah vaskular AS mengungkap pengalaman saat bertugas di Gaza, terpaksa mengamputasi kaki dan tangan anak-anak korban serangan Israel (Foto: AP)

Euro-Mediterranean Human Rights Monitor juga menyebut, pembantaian terhadap anak-anak Gaza oleh Israel terjadi setiap hari, tren yang sangat berbahaya. Bahkan pembunuhan dilakukan dengan cara brutal.

“Militer Israel menargetkan warga Palestina dan anak-anak setiap hari secara metodis dan luas dengan cara paling kejam dan brutal, hampir tanpa henti selama 10 bulan berturut-turut,” demikian isi pernyataan.

Sementara itu badan PBB untuk pengungsi Palestina UNRWA menyebutkan, sekitar 625.000 anak Gaza putus sekolah selama 1 tahun ajaran penuh akibat perang.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Suhu 46 Derajat Celsius, AS Batalkan Parade Hari Kemerdekaan Ke-250 di Washington DC

57 tahun lalu

Pemukim Israel Terus Berulah Serang Warga Palestina di Tepi Barat, Rusak Sumber Air

57 tahun lalu

Pidato Kemerdekaan Ke-250 AS, Trump: Militer Kita yang Terkuat, Menang 2 Perang Dunia!

57 tahun lalu

Iran Berduka! Trump Hentikan Negosiasi Seminggu, Beri Waktu Pemakaman Khamenei

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal