Binder sebelumnya mengungkapkan kekhawatiran bahwa rencana Trump soal Gaza sangat berbahaya, bahkan bisa meningkatkan ketegangan di Tepi Barat.
Tepi Barat sedang bergejolak setelah militer Zionis menggelar Operasi Tembok Besi, terutama di Jenin. Namun konflik meluas ke Tulkarem hingga terjadi pertempuran sengit antara pasukan Israel dengan para pejuang Palestina.
Trump, dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Selasa, mengatakan AS akan mengambil alih Gaza dan merelokasi warganya ke luar wilayah itu untuk kepenringan rekonstruksi.
Dia mengklaim bisa mengubah Gaza menjadi "Riviera Timur Tengah."
Kemudian pada Kamis, dia menegaskan kembali usulannya dengan mengatakan rencana pengambilalihan Gaza tidak membutuhkan kehadiran tentara AS.
Usulan tersebut mendapat kecaman luas para pemimpin dunia, termasuk negara-negara Eropa serta Sekjen PBB Antonio Guterres yang menyebutnya sebagai pembersihan etnis.