"Pengumuman Kim tidak diragukan lagi dimaksudkan untuk menekan pemerintahan AS yang akan datang bahwa kegagalan untuk mengambil tindakan cepat bisa membuat Korea Utara meningkatkan kemampuannya secara kualitatif," kata Ankit Panda, penulis buku 'Kim Jong-un and the Bomb', kepada BBC.
Dia menambahkan, presiden AS terpilih harus segera merespons ini dan menentukan kebijakan selanjutnya dalam bernegosiasi dengan Korut.
"Jika Kim tidak melihat adanya perubahan dari tekanan yang biasa dilakukan AS soal pelucutan senjata nuklir menyeluruh dan total sebelum meringankan sanksi, saya kira dia akan terus bergerak dengan melakukan uji coba (nuklir) serta aktivitas lainnya," ujarnya.
Dalam kongres Partai Pekerja, Kim memegaskan aktivitas politik luar negeri Korut harus difokuskan dan diarahkan untuk menundukkan AS sebagai musuh terbesar yang juga penghambat utama bagi kemajuan negara.
"Tidak peduli siapa yang berkuasa di AS dan sifat aslinya, kebijakan mendasar mereka terhadap Korea Utara tidak pernah berubah," ujarnya, seraya menegaskan pemerintahannya akan memperluas hubungan dengan anti-imperialis yang independen.