Upaya pelacakan juga diintensifkan, di mana sekitar 11.000 pejabat kesehatan, guru, dan mahasiswa kedokteran diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan medis intensif terhadap seluruh penduduk. Tujuannya untuk mencari dan merawat orang yang mengalami demam.
Meski memberlakukan lockdown ketat, Korut tak menutup operasional semua sektor. Kegiatan yang menunjang perekonomi nasional tetap dipertahankan, seperti produksi dan konstruksi.
Kim menginsruksikan agar aktivitas ekonomi diizinkan secara terbatas di setiap kota dan kabupaten.
Kantor pusat pencegahan epidemi darurat melaporkan tambahan 269.510 kasus orang yang mengalami gejala demam pada Selasa, sehingga totalnya menjadi 1,48 juta penderita. Sementara itu jumlah kematian bertambah 6 orang sehingga totalnya menjadi 56. Namun tidak ada penjelasan berapa dari mereka yang terpapar Covid-19.
Korut diketahui belum memulai vaksinasi massal serta kemampuan untuk melakukan tes. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran sulit untuk menentukan seberapa luas dan cepat penyakit virus corona menyebar. Kaburnya jumlah orang yang terinfeksi Covid dan meninggal akan berpengaruh pada langkah-langkah pencegahan.