Khamenei: Trump Membesar-besarkan Serangan AS ke Fasilitas Nuklir Iran

Anton Suhartono
Ayatollah Ali Khamenei menuding Donald Trump membesar-besarkan dampak serangan militer AS terhadap fasilitas nuklir Iran (Foto: AP)

Khamenei juga menyebut serangan AS hanya tamparan kecil yang tak mengubah posisi Iran di bidang nuklir maupun geopolitik.

Dalam pidatonya, Khamenei juga memuji kemenangan militer Iran atas Israel dalam perang 12 hari yang baru saja berakhir. Ia menyatakan bahwa kekuatan Iran telah membuat musuh-musuhnya, termasuk AS, “kehilangan arah” dan melakukan tindakan gegabah seperti serangan udara dan kampanye propaganda.

"Iran tidak akan pernah menyerah pada tekanan Amerika," ujarnya.

Iran Tolak Negosiasi Nuklir Ulang

Menanggapi isu lanjutan, Iran juga membantah narasi para pejabat AS bahwa mereka akan segera duduk di meja perundingan dengan AS. Presiden Trump dan utusannya untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, sebelumnya mengatakan negosiasi baru akan segera digelar menuju tercapainya perjanjian damai komprehensif.

Namun, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menegaskan, tidak ada rencana perundingan dengan AS untuk saat ini. Ia menyebut AS terlalu berkhayal bahwa Iran akan menyerah setelah serangan militer.

"Saya ingin menyampaikan dengan jelas, tidak ada kesepakatan, pengaturan, atau pembicaraan yang telah dibuat untuk memulai perundingan baru," kata Araghchi, dalam wawancara dengan televisi pemerintah.

Iran Putuskan Kerja Sama dengan IAEA

Sebagai respons atas serangan AS dan Israel, parlemen Iran mengesahkan RUU untuk menghentikan kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Langkah ini menegaskan sikap konfrontatif Teheran terhadap apa yang mereka anggap sebagai standar ganda dan manipulasi politik dalam pengawasan program nuklir Iran.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Iran Mulai Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Delegasi dari 90 Negara dan 10 Juta Pelayat Diperkirakan Hadir

57 tahun lalu

Trump: AS Tak Akan Gulingkan Rezim Iran, Fokus Senjata Nuklir

57 tahun lalu

Trump Klaim Iran Setujui Hampir Seluruh Tuntutan AS untuk Berdamai

57 tahun lalu

Iran Larang Badan Energi Atom Periksa Fasilitas Nuklir yang Hancur Diserang AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal