"Kebijakan kami terhadap Amerika Serikat dengan jelas telah diatur dan tidak akan berubah dengan pergantian individu (presiden)," kata Khamenei dikutip dari Reuters, Selasa (3/11/2020).
"Tidak masalah bagi kami siapa yang datang dan pergi," lanjutnya.
Iran tidak ingin terburu-buru soal kesepakatan nuklir
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengatakan kepada media AS, CBS, bahwa pernyataan Biden lebih menjanjikan. Namun, Iran tidak akan terburu-buru memutuskan kembali pada kesepakatan nuklir.
"Iran telah mengesampingkan negosiasi apapun (kesepakatan nuklir) kecuali Washington terlebih dulu kembali ke perjanjian tersebut," katanya.
Pemilu presiden (pilpres) AS 2020 akan dimulai pada Selasa (3/11/2020) November waktu setempat. Dalam sejumlah polling jelang pemungutan suara, capres Joe Biden unggul hampir dua digit dari calon petahana Donald Trump.