Kesal Dikirimi Ratusan Balon Kotoran, Korsel Bakal Setop Perjanjian Militer dengan Korut

Anton Suhartono
Korsel berencana keluar dari perjanjian militer dengan Korut yang diteken pada 2018 (Foto: Reuters)

SEOUL, iNews.id - Korea Selatan (Korsel) berencana keluar dari perjanjian militer dengan Korea Utara (Korut) yang diteken pada 2018. Langkah itu diambil sebagai respons atas serangan ratusan balon yang membawa sampah dan kotoran hewan sejak sepekan terakhir.

Dewan Keamanan Nasional akan membawa rencana ini dalam rapat kabinet pada Selasa besok. Usulan yang akan dibahas adalah penghentian seluruh perjanjian militer dengan Korut.

Alasan lain adalah militer Korsel harus dalam kondisi selalu siap dengan kemungkinan terburuk, termasuk perang. Dengan memiliki persiapan, maka militer akan lebih matang menghadapi segala bentuk eskalasi konflik di perbatasan.

"Ada banyak masalah (dengan terus mematuhi pakta tersebut) bagi postur kesiapan militer kita,” bunyi pernyataan Dewan Keamanan Nasional, dikutip dari Reuters.

Kedua negara meneken pakta militer pada 2018 saat Korsel di bawah pemerintahaan Presiden Moon Jae In dan Korut dipimpin Kim Jong Un. Tujuan dari kesepakatan itu adalah meredakan ketegangan di perbatasan kedua negara.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
4 hari lalu

Hakim yang Vonis Mantan Ibu Negara Korsel Kim Keon Hee 4 Tahun Penjara Ditemukan Tewas

Nasional
7 hari lalu

IKN Terima Investasi Rp1,15 triliun dari Perusahaan Korsel, bakal Bangun Apartemen dan Hotel

Internasional
10 hari lalu

Korut Eksekusi 358 Orang Selama Kim Jong Un Berkuasa, termasuk Penyebar Drakor dan K-pop

Internasional
12 hari lalu

Mantan Ibu Negara Korea Selatan Kim Keon Hee Dihukum Penjara 4 Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal