"Pasukan pertahanan dan keamanan menegaskan kembali bahwa kami tidak setuju dengan tindakan biadab yang mendukung pelanggaran hak asasi manusia," demikian pernyataan Pemerintah Mozambik dikutip dari Reuters, Rabu (16/9/2020).
Aksi kekerasan bersenjata menjadi pemandangan biasa di Mozambik yang dilanda perang sipil beberapa tahun terakhir. Pada Mei lalu, kelompok hak asasi manusia Amnesty International mendapat rekaman video pelecehan terhadap tahanan yang ditangkap milisi bersenjata karena diduga sebagai anggota militan.
Pekan lalu, Amnesty International menuduh tentara pemerintah menyiksa ekstremis di wilayah utara Cabo Delgado. Namun, tuduhan tersebut disanggah pemerintah dengan menyebut milisi jihadis sengaja berpakaian menyerupai pasukan pemerintah.
Dalam tiga tahun terakhir, kelompok pemberontak yang bersumpah setia kepada ISIS kerap melancarkan serangan udara ke wilayah yang dikenal kaya sumber daya gas alam cair di Afrika.
Serangan milisi jihadis berhasil menguasai pelabuhan strategus Mocimba de Praia pada bulan lalu. Ini diyakini untuk mendukung rencana mereka membuka eksplorasi gas lepas pantai.