Kedubes China: AS Picu Kekecauan di Asia untuk Kepentingan Sendiri

Arif Budiwinarto
Kapal Induk AS, USS Ronald Reagan, di Laut China Selatan. (foto: AFP)

"Amerika Serikat harus berhenti menghasut konfrontasi di Laut China Selatan dan berhenti membuat pernyataan yang tidak bertanggung jawab atas masalah Taiwan dan Hong Kong, yang murni urusan dalam negeri China," lanjutnya.

AS ambil keuntungan dari kekacauan di Asia

AS dan China terlibat ketegangan dalam sengketa Laut China Selatan. Beijing menuduh Washington berupaya mengambil keuntungan di perairan internasional itu dengan dalih membantu negara-negara Asia bersengketa dengan China.

Selain itu, sikap AS yang bersedia membantu Taiwan dalam menambah peralatan tempurnya membuat China semakin geram. Kehadiran militer AS di Laut China Selatan dianggap hanya akan memperkeruh suasana ketimbang 'menjaga stabilitas kawasan Asia-Pasifik.

"Fakta telah membuktikan bahwa AS adalah pendorong terbesar militerisasi. Faktor eksternal paling berbahaya di Laut China Selatan," lanjut isi pernyataan Kedutaan China.

Kedutaan AS di Manila belum memberikan tanggapan mengenai pernyataan Kedubes China tersebut.

China mengklaim 90% Laut China Selatan termasuk wilayah yang diklaim oleh Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam. Pengadilan internasional pada tahun 2016 memutuskan bahwa klaim ekspansif China, berdasarkan peta historisnya, tidak sejalan dengan hukum internasional.

Amerika Serikat telah berulang kali mengirim kapal perang ke jalur perairan strategis untuk menunjukkan kebebasan navigasi di sana.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Selat Hormuz Tegang, Trump Kirim Utusan ke Qatar: Iran Minta Bertemu

57 tahun lalu

Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS

57 tahun lalu

Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas

57 tahun lalu

Produsen Otomotif China Minta Perlakuan Sama dengan Pabrikan Jepang di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal