Kebakaran Pesta Pernikahan Tewaskan 113 Orang, PM Irak Kunjungi Gereja Sampaikan Belasungkawa

Anton Suhartono
PM Irak Mohammed Shia Al Sudani (dua dari kiri) menjenguk korban kebakaran pesta pernikahan di Provinsi Nineveh (Foto: Reuters)

Penyidik berjanji akan mengumumkan hasil pemeriksaan awal dalam waktu 72 jam.

Seorang pendeta di Gereja Al Tahira di Hamdaniya mengatakan, Irak bersatu dalam kesedihan meski mengkritik para pejabat.

“Tidak ada yang sesuai standar di negara ini,” katanya, dalam misa yang dihadiri ratusan keluarga korban dan warga.

"Kita harus meminta pertanggungjawaban mereka, cukup!” ujarnya, menegaskan.

Kritik terhadap lemahnya fasilitas keselamatan publik merupakan hal biasa di Irak. Pelayanan publik dinodai dengan praktik korupsi yang merajalela. Selain itu mereka kerap lolos dari pertanggungjawaban.

Tragedi ini mengingatkan kembali kebakaran paling mematikan di Irak. Pada 2021, kebakaran melanda dua rumah sakit, menewaskan sedikitnya 174 orang. Kebakaran disebabkan kelalaian, lemahnya penegakan aturan, dan korupsi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Geger Kebakaran Subuh di Cideng: Satu Lansia Tewas, Lima Warga Luka Bakar Parah

57 tahun lalu

Terungkap, Lansia Tewas Kebakaran di Cideng Jakpus karena Terjebak di Kamar Mandi

57 tahun lalu

Pilu! 1 Lansia 80 Tahun Tewas akibat Kebakaran di Cideng Jakpus, 5 Orang Luka Bakar

57 tahun lalu

Kebakaran di Sekitar Rel Padam, KRL Tanah Abang-Duri Kembali Beroperasi Normal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal