Selama di bandara, pria tersebut tetap berada di area transit Bandara Changi sampai berangkat ke Sydney. Dia tidak mengunjungi area lain di Bandara Changi, apalagi sampai memasuki Singapura.
Selanjutnya kasus kedua melibatkan seorang pelancong juga asal Afrika Selatan. Dia terbang dari Johannesburg dan tiba di Singapura pada 19 November menggunakan pesawat Singapore Airlines SQ479.
MOH memastikan penumpang yang merupakan perempuan 19 tahun itu tetap berada di area transit hingga melanjutkan penerbangan ke Malaysia di hari yang sama.
Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin, dalam konferensi pers pada Jumat (3/12/2021), mengatakan pelancong itu merupakan mahasiswi sebuah universitas swasta di Ipoh, Perak. Dia telah mendapatkan vaksin Covid-19 penuh.
Kasus ini dilaporkan sebagai infeksi Covid-19 varian Omicron pertama di Malaysia.
Sementara itu otoritas Singapura terus melacak penumpang lain yang melakukan kontak dengan perempuan tersebut. Sebanyak 15 penumpang pesawat SQ479 diidentifikasi sebagai kontak dekatnya. Namun MOH memastikan tidak ada satu pun dari meereka yang memasuki Singapura atau berinteraksi dengan warga. Mereka tetap berada di area transit.
MOH juga melacak kontak dekat melibatkan penumpang tujuan Australia. Namun sejauh ini tidak ada bukti penularan dari kedua sumber tersebut di kalangan komunitas Singapura.