Dia menjelaskan, kebakaran disebabkan ledakan yang dipicu oleh dari kompor di atas kapal.
"Seorang perempuan menyalakan api untuk memasak. Bahan bakar, tidak jauh dari situ, meledak, menewaskan banyak anak-anak dan perempuan," katanya.
Pemimpin masyarakat sipil setempat, Joseph Lokondo, mengatakan dia dan penduduk membantu menguburkan mayat-mayat itu.
Tidak diketahui pasti jumlah total penumpang yang berada di kapal nahas itu. Lokumu hanya menyebut jumlahnya ratusan. Sementara itu beberapa korban selamat dirawat di rumah sakit.
Negara di Afrika Tengah itu tak memiliki infrastruktur jalan yang layak. Akibatnya, banyak warga yang melakukan perjalanan menggunakan kapal penyeberangan di danau, sungai, dan anak-anak sungainya.