Merz juga mengungkapkan kekecewaan oleh tindakan AS dan Israel terkait Iran seraya menyampaikan harapan untuk penyelesaian diplomatik atas konflik tersebut.
"Saya saat ini kecewa, dan itu hanya karena AS dan Israel awalnya berasumsi bahwa masalah ini akan diselesaikan dalam beberapa hari. Tapi hari ini, kita terpaksa mengakui bahwa masalah ini belum terselesaikan," katanya.
AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari, menyebabkan kerusakan dan korban sipil hingga 3.300 orang lebih, hingga gencatan senjata berlaku pada 7 April yang berlaku 2 minggu dan diperpanjang kembali oleh Presiden AS Donald Trump sampai Iran menyerahkan "proposal damai terpadu".