Kaledonia Baru Gelar Referendum untuk Merdeka dari Prancis

Anton Suhartono
Warga Kaledonia Baru mengikuti referendum untuk memisahkan diri dari Prancis (Foto: AP)

Referendum yang sama digelar 2 tahun lalu, di mana 56,4 persen pemilih meutuskan wilayahnya berada di bawah kekuasaan Paris, ketimbang berdiri sebagai negara sendiri.

Referendum kali ini merupakan yang terakhir dari serangkaian proses menuntut kemerdekaan yang dimulai 30 tahun lalu. Penduduk asli Kanak menginginkan kemerdekaan dari Prancis.

Kaledonia Baru dikuasai Prancis sejak 1853 di bawah Kaisar Napoleon III. Wilayah itu sempat digunakan sebagai koloni penjara selama puluhan tahun.

Setelah Perang Dunia II, Kaledonia Baru resmi menjadi teritori luar dan penduduknya diberi kewarganegaraan Prancis, termasuk warga pribumi Kanak.

Di bawah pemerintahan kolonial Prancis, penduduk Kanak sempat menghadapi kebijakan segregasi serta diskriminasi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
8 hari lalu

Bersejarah! Prancis dan Suriah Sepakat Buka Kedutaan Lagi setelah 14 Tahun

10 hari lalu

Hinaan Rasis terhadap Mbappe Berbuntut Panjang, Prancis Gugat Anggota Parlemen Paraguay

11 hari lalu

Kylian Mbappe Dihina Rasis Anggota Parlemen Paraguay, Presiden Macron Turun Tangan

11 hari lalu

Kylian Mbappe Balas Ejekan Rasis Anggota Parlemen Paraguay: Wanita Hina!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal