Kabar Mantan Presiden Yaman Tewas dalam Pertempuran Disangkal

Anton Suhartono
Ali Abdullah Saleh (Foto: Reuters)

Para korban kebanyakan adalah warga yang terperangkap di rumah-rumah. Para korban sulit mendapatkan pengobatan karena kesulitan menjangkau rumah sakit.

ICRC sejauh ini menyuplai obat-obatan ke tiga rumah sakit di Sanaa, yakni Al Thawra, Al Jumhouri, dan Al Kuwait, namun persediannya sudah menipis.

"Menurut rumah sakit yang bisa kami hubungi, pertempuran telah menewaskan 125 orang dan melukai 238 lainnya," kata juru bicara ICRC, Iolanda Jaquemet.

Karena pertempuran masih sengit, ICRC belum bisa menjangkau gudang obat-obatan di Sanaa. Namun dia memastikan bahwa semua perlengkapan tidak rusak.

Pihaknya juga akan mengirim kantong jenazah ke rumah sakit ditambah peralatan lainnya.

"Kami berharap bisa mengirim bahan bakar ke rumah sakit utama karena mereka mengandalkan generator. Stok bahan bakar sudah menipis saat ini, di saat jumlah korban semakin meningkat," kata Jaquement.

Rumah sakit membutuhkan listrik untuk operasi dan mendinginkan obat serta vaksin. Saat ini ada 425 staf ICRC di Yaman. MEreka disebar ke berbagai kota seperti Hodeida, Saada, Taiz, dan Aden.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Iran Bantah Klaim AS Sistem Pertahanannya Hancur: Jangan Percaya Musuh!

57 tahun lalu

AS Ancam Serang Infrastruktur Iran, Presiden Pezeshkian: Mereka Putus Asa!

57 tahun lalu

Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone

57 tahun lalu

Presiden Pezeshkian Sebut Ancaman Trump Tak Mempan untuk Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal